Prosiding Seminar Nasional STIKES Telogorejo Semarang https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas <p>Prosiding Seminar Nasional STIKES Telogorejo Semarang</p> en-US mianti@stikestelogorejo.ac.id (Mianti Nurrizky Sutejo) kampusku@stikestelogorejo.ac.id (Tamat Bagyo Widodo, A.Md) Tue, 04 Aug 2026 01:43:32 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERBEDAAN PENGARUH ISOTONIC HAMSTRING EXERCISE DAN ISOMETRIC HAMSTRING EXERCISE TERHADAP RISIKO CEDERA HAMSTRING PADA PEMAIN SEPAK BOLA DI ELITE PRO ACADEMY PERSIJAP JEPARA https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/783 <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-weight: bold;">Latar Belakang </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">cedera hamstring merupakan salah satu cedera yang sering terjadi pada pemain sepak bola akibat </span></p> <p><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">aktivitas berintensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">isotonic hamstring exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">isometric hamstring exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">terhadap penurunan risiko cedera </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">hamstring </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">pada pemain sepak bola di </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Elite Pro Academy </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">Persijap Jepara. Penelitian menggunakan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-weight: bold;">metode </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">quasi experimental </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dengan desain </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">pre-test and post-test two group design</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">isotonic hamstring exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dan kelompok </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">isometric hamstring exercise</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu untuk </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isotonic Hamstring Exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dan 3 Kali seminggu </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">untuk Isometric Hamstring Exercise</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">. Pengukuran menggunakan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Hamstring Outcome Score (HaOS)</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">. Analisis data menggunakan uji </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Shapiro-Wilk </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dengan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">P Value </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">&lt;0,05 maka dari itu dilakukan Uji Nonparametrik </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Wilcoxon Signed Rank Test </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Mann-Whitney Test</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">. </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-weight: bold;">Hasil </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">penelitian menunjukkan kedua intervensi berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko cedera hamstring, masing-masing : </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isotonic Hamstring Exercise</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">: Kaki kanan: p = 0,008 (&lt;0,05), Kaki kiri: p = 0,046 (&lt;0,05) dan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isometric Hamstring Exercise</span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">: Kaki kanan: p = 0,007 (0,05), Kaki kiri: p = 0,020 (&lt;0,05). </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isometric Hamstring Exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">menunjukkan pengaruh lebih besar dibandingkan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isotonic Hamstring Exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">walaupun perbedaan tersebut belum dapat dikatakan signifikan yang masing-masing Kaki kanan: p = 0,381 (&gt;0,05) dan Kaki kiri: p = 0,683 (&gt;0,05). </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-weight: bold;">Kesimpulan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan pada kedua </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isotonic Hamstring Exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">dan </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">Isometric Hamstring Exercise </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">pada cedera </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPS'; font-style: italic;">hamstring </span><span style="font-size: 10.000000pt; font-family: 'TimesNewRomanPSMT';">pemain sepak bola. </span></p> </div> </div> </div> Gabriel Eric Arievigo Nugraha, Deasy Virka Sari, Alifa Dinda Nurrina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/783 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PEMBERIAN HIP IMPROVE EXERCISE TERHADAP AKTIVITAS FUNGSIONAL LANSIA DENGAN LOW BACK PAIN MYOGENIC DI DAYCARE LANSIA BANYUMANIK https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/784 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Low back pain myogenic</em> merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering dialami lansia dan dapat menyebabkan penurunan aktivitas fungsional. Salah satu intervensi fisioterapi yang dapat diberikan yaitu <em>core stability exercise</em> dan <em>hip improve exercise</em>. Penelitan mengenai efektivitas pemberian intervensi sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang meneliti dengan alat ukur aktivitas fungsional masih terbatas. <strong>Tujuan Penelitian: </strong>mengetahui efektivitas pemberian <em>hip improve exercise </em>terhadap aktivitas fungsional lansia dengan <em>low back pain </em>myogenic. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode <em>quasi eksperimental </em>dengan <em>desain pretest dan posttest </em>yang dilakukan di <em>daycare</em> lansia Banyumanik tanggal 31 Maret – 24 April 2026. Sampel penelitian berjumlah 28 lansia. Pengukuran aktivitas fungsional menggunakan kuisioner <em>Oswestry Disability Index</em> (ODI). Penelitian dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 2 kali dalam seminggu. <strong>Hasil: </strong>Penelitian ini menunjukkan intervensi <em>hip improve exercise</em> memperoleh nilai signifikansi 0,000 (p&lt;0,05) dengan <em>mean rank </em>14,00 menggunakan uji <em>wilcoxon</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian <em>hip improve exercise </em>efektif dalam meningkatkan aktivitas fungsional lansia dengan <em>low back pain myogenic</em>.</p> Amanda Ramadhan, Ragil Aidil Fitriasari Addini, Mianti Nurrizky Sutejo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/784 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN CLAPPING, VIBRASI DAN SUCTION DALAM MENINGKATKAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DISERTAI HIPERTENSI DAN GAGAL NAPAS https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/785 <p>Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak sehingga menyebabkan penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kesadaran, gangguan fungsi pernapasan, serta penumpukan sekret pada jalan napas yang berisiko menyebabkan gagal napas. Pasien dengan stroke non hemoragik disertai hipertensi dan gagal napas memerlukan penanganan intensif, terutama untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret. Tujuan dari studi kasus ini yaitu mampu menganalisa penerapan <em>clapping, vibrasi</em>, dan <em>suction</em> dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien stroke non hemoragik disertai hipertensi dan gagal napas di ruang ICU Mardi Rahayu Kudus. Metodologi yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan penerapan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil studi kasus didapatkan diagnosa utama bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan napas, intervensi yang diberikan monitor pola napas (RR dan saturasi), suara tambahan (wheezing, ronchi), sputum (jumlah, warna, aroma), berikan clapping, vibrasi dan suction (EBN), atur posisi semi fowler. Evaluasi yang didapatkan pada hari ke 3 masalah belum teratasi karena belum menunjukkan hasil evaluasi yang sesuai dengan kriteria hasil yang ditetapkan oleh penulis. Saran selanjutnya diharapkan perawat dapat memberikan pelayanan secara maksimal dalam meningkatkan kesehatan pasien serta menjadikan tambahan referensi dalam pendidikan kesehatan.<strong>&nbsp;</strong></p> Melania Putri Devitasari, Arlies Zenitha Victoria , Riris Risca Megawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/785 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN POSTURAL DRAINAGE DAN CHEST PHYSIOTHERAPY TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN DENGAN CONGESTIVE HEART FAILURE DAN BRONKOPNEUMONIA https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/786 <p><em>Congestive heart failure</em> (CHF) merupakan kondisi ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat yang dapat menyebabkan kongesti paru dan meningkatkan risiko bronkopneumonia. Bronkopneumonia meningkatkan produksi sekret sehingga menimbulkan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah kombinasi <em>postural drainage </em>dan <em>chest physiotherapy</em>. Karya ilmiah ini bertujuan menganalisis penerapan <em>postural drainage</em> dan <em>chest physiotherapy</em> terhadap peningkatan bersihan jalan napas pada pasien CHF dengan bronkopneumonia di RS Mardi Rahayu Kudus. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan pada satu pasien selama lima hari. Intervensi meliputi observasi status respirasi, manajemen jalan napas, terapi oksigen, <em>postural drainage</em>, dan <em>chest physiotherapy</em>. Hasil menunjukkan perbaikan kondisi respirasi yang ditandai dengan penurunan sesak napas, frekuensi napas dari 28 menjadi 21 kali/menit, peningkatan saturasi oksigen dari 96% menjadi 99%, penurunan ronki, serta berkurangnya jumlah dan kekentalan sputum. Disimpulkan bahwa <em>postural drainage</em> dan <em>chest physiotherapy</em> efektif membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien CHF dengan bronkopneumonia. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendukung dalam asuhan keperawatan pasien dengan bersihan jalan napas tidak efektif.</p> Indra Nur Azizah, Arlies Zenitha Victoria, Riris Risca Megawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/786 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMBINASI STRENGTHENING EXERCISE DAN HEEL KICKING EXERCISE TERHADAP TINGKAT KESEIMBANGAN PADA CEDERA ANKLE ATLET BOLA BASKET https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/787 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Cedera ankle adalah permasalahan dalam yang sering terjadi pada kalangan umum khususnya pada kelompok atlet. Pada kondisi ceder aini sering kali tidak ditangani dengan baik sehingga dapat menyebabkan gejala lanjutan, seperti nyeri,ketidakstabilan,kelemahan, dan cedera berulang. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah terdapat Pengaruh kombinasi pemberian <em>strengthening exercise </em>dan <em>heel kicking exercise </em>terhadap tingkat keseimbangan pada cedera <em>ankle.</em> <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode <em>quasi eksperimental</em> dengan rancangan penelitian <em>one group pre test -post test design.</em> Sampel dalam penelitian ini adalah atlet di Jaguar Basketball Club yang berjumlah 38 orang. Dengan memberikan perlakukan <em>strengthening exercise</em> dan <em>Heel kicking exercise.</em> Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Tingkat keseimbangan di ukur menggunakan <em>Y – Balance Test</em>. Penelitian ini dilakuakn selama 4 minggu di Jaguar Basketball Club. <strong>Hasil:</strong> Berdasarkan hasil uji pengaruh menggunakan <em>paired sample test</em>, Pada kelompok I diperoleh 0,001 yang memiliki arti p &lt; 0,005 sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh nilai <em>Y – Balance Test </em>yang bermakna sebelum dan sesudah diberikan intervensi <em>strengthening exercise</em> dan <em>heel kicking exercise</em>. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat pengaruh pemberian <em>strengthening exercise</em> <em>dan heel kicking exercise</em> terhadap tingkat keseimbangan ankle pada atlet basket.&nbsp;</p> Wayan putra, Mianti Nurrizky Sutejo, Laksmita Dewi Adzillina, Laksmita Dewi Adzillina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/787 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN LIDAH BUAYA (Aloe vera) MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/788 <p>Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sumber daya lokal yang berpotensi mendukung kesehatan masyarakat, tetapi pemanfaatannya masih belum optimal karena pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan pengolahannya masih terbatas. Permasalahan ini ditemukan pada masyarakat RW 01 RT 06 dan RT 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, khususnya dalam pemanfaatan lidah buaya (<em>Aloe vera</em>) sebagai bahan pembuatan hand sanitizer dan pemahaman mengenai penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA melalui edukasi dan pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan lidah buaya. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan subjek warga RW 01 RT 06 dan RT 07 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil analisis data menunjukkan bahwa edukasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata jawaban benar dari 62,8% pada pretest menjadi 86,1% pada posttest, serta hasil uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test </em>yang menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Oleh karena itu, kegiatan edukasi dan pelatihan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan guna mengoptimalkan pemanfaatan TOGA dan mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.</p> Farah Destyana Nurainy, Easter Kaniada Kristanti, Danang Apriyanto, Afriska Mila Puspita, Farendi Ahmad Sofyansyah, Felisha Christabella, Nala Ineszekya Araminta, Nuke Kanaya, Priyandhita Nahda Nafiisah, Valentina Rossi Mutiara Dewi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/788 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN SELF-ESTEEM PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG PADA MASA AWAL PRAKTIK KLINIK https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/789 <p><em>Body image</em> dan <em>self-esteem</em> merupakan aspek psikologis yang berperan penting dalam proses perkembangan individu, terutama pada mahasiswa keperawatan yang sedang menjalani masa awal praktik klinik. Tuntutan akademik, adaptasi terhadap lingkungan klinik, serta interaksi dengan pasien dan tenaga kesehatan dapat memengaruhi persepsi mahasiswa terhadap dirinya, termasuk citra tubuh dan harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>body image</em> dan <em>self-esteem</em> pada mahasiswa S-1 Keperawatan Universitas Telogorejo Semarang pada masa awal praktik klinik. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan di Universitas Telogorejo Semarang pada bulan Oktober 2025 hingga Mei 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 117 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan kuesioner <em>self-esteem</em>, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki <em>body image</em> kategori sedang sebanyak 106 mahasiswa (90,6%), kategori rendah 8 mahasiswa (6,8%), dan kategori tinggi 3 mahasiswa (2,6%). Pada variabel <em>self-esteem</em>, sebagian besar responden berada pada kategori sedang sebanyak 106 mahasiswa (90,6%), kategori rendah 8 mahasiswa (6,8%), dan kategori tinggi 3 mahasiswa (2,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai r = 0,650 dengan p-value &lt; 0,001, yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara <em>body image</em> dan <em>self-esteem</em>. Disarankan agar institusi pendidikan memberikan dukungan psikologis dan program pengembangan diri untuk meningkatkan <em>body image</em> dan <em>self-esteem</em> mahasiswa selama menjalani praktik klinik.</p> Icha Zunia Rohmah, Dayat Trihadi, Sherly Arwinda Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/789 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBERIAN KINESIOLOGY TAPING DAN TERAPI LATIHAN TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN PENINGKATAN ROM PADA KASUS DE QUERVAIN SYNDROME DI KOMUNITAS GAMER https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/790 <p><strong>Latar Belakang: </strong><em>De Quervain Syndrome </em>merupakan gangguan tendon ibu jari akibat gerakan repetitif yang sering dialami <em>gamer </em>sehingga menimbulkan nyeri dan keterbatasan <em>Range of Motion </em>(ROM). <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui pengaruh kombinasi <em>kinesiology taping </em>dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM pada kasus <em>De Quervain Syndrome </em>di komunitas <em>gamer</em>. <strong>Metode: </strong>Penelitian menggunakan desain <em>quasi experimental </em>dengan rancangan <em>one group pre-test and post-test</em>. Sampel berjumlah 30 responden dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengukuran nyeri menggunakan <em>Numeric Rating Scale </em>(NRS) dan ROM menggunakan goniometer. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test. </em><strong>Hasil: </strong>Hasil uji <em>Wilcoxon </em>menunjukkan nilai <em>Asymp. Sig. (2-tailed) </em>pada variabel <em>NRS </em>sebesar p&lt;0,001, <em>fleksi </em>p&lt;0,001 dan <em>abduksi </em>p&lt;0,001. Hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh signifikan kombinasi <em>kinesiology taping </em>dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM. <strong>Kesimpulan: </strong>Ada pengaruh Kombinasi <em>kinesiology taping </em>dan terapi latihan terhadap penurunan nyeri dan peningkatan ROM pada kasus <em>De Quervain Syndrome </em>di komunitas <em>gamer</em>.</p> Difany Nur Safiyanto, Deasy Virka Sari, Laksmita Dewi Adzillina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/790 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN SENAM KAKI DIABETIK UNTUK MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/791 <p>Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau gangguan sekresi insulin. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah adalah senam kaki diabetik. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan senam kaki diabetik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan masalah keperawatan hiperglikemia. Intervensi senam kaki diabetik diberikan selama 5 hari sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah setelah dilakukan senam kaki diabetik secara teratur. Pasien juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam pengendalian kadar gula darah. Senam kaki diabetik bekerja dengan meningkatkan aktivitas otot, memperbaiki sirkulasi darah, serta meningkatkan sensitivitas insulin sehingga membantu pemanfaatan glukosa oleh sel tubuh menjadi lebih optimal. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah senam kaki diabetik dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2</p> Ratih Rismayanti, I’ien Noer’aini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/791 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMBINASI KOMPRES DAUN KUBIS (BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA) DAN MCGILL EXCERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA KASUS NON SPESIFIK LOW BACK PAIN https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/792 <p><strong>Latar Belakang</strong>: <em>Non-spesific Low Back Pain </em>merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada mahasiswa akibat aktivitas sedentari, posisi duduk statis yang berkepanjangan, serta penggunaan perangkat digital dengan postur yang kurang ergonomis. Penatalaksanaan <em>non-spesific Low Back Pain </em>dapat dilakukan melalui kombinasi intervensi non-farmakologis seperti <em>McGill exercise </em>dan kompres daun kubis (<em>Brassica oleracea var. capitata</em>) yang memiliki efek antiinflamasi dan penurunan nyeri. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kompres daun kubis (<em>Brassica oleracea var. capitata</em>) dan <em>McGill exercise </em>terhadap penurunan nyeri pada <em>kasus non-spesific Low Back Pain. </em><strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain <em>experimental </em>dengan pendekatan <em>one group pre-test and post-test design</em>. Sampel penelitian merupakan mahasiswa yang mengalami <em>non-spesific Low Back Pain</em>. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan <em>Numeric Rating Scale </em>(NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi kombinasi kompres daun kubis dan <em>McGill exercise</em>. Data dianalisis menggunakan aplikasi IBM SPSS <em>Statistics</em>. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan Hasil uji pengaruh <em>Wilxocon </em>menunjukkan nilai <em>p-value </em>(&lt;0.001) yang berarti terdapat pengaruh signifikan kombinasi kompres daun kubis dan McGill exercise terhadap penurunan nyeri pada mahasiswa dengan non-spesific <em>Low Back Pain</em>. Nilai rata-rata nyeri mengalami penurunan dari 2,38 sebelum intervensi menjadi 2,05 setelah intervensi, yang menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan nyeri pada kasus <em>non-spesific Low Back Pain</em>. <strong>Kesimpulan</strong>: Kombinasi kompres daun kubis (<em>Brassica oleracea var. capitata</em>) dan <em>McGill exercise </em>berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada kasus <em>non-spesific Low Back Pain </em>pada mahasiswa.</p> Arya Suryaka, Deasy Virka Sari, Laksmita Dewi Adzillina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/792 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMBINASI SCAPULAR STABILIZATION EXERCISE DAN DEEP CERVICAL FLEXOR STRENGTHENING EXCERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI LEHER DAN PERBAIKAN FORWARD HEAD POSTURE https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/798 <p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Forward Head Posture</em> (FHP) merupakan gangguan postur yang sering terjadi akibat aktivitas statis berkepanjangan dan penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot, peningkatan beban pada tulang servikal, serta menimbulkan nyeri leher dan gangguan fungsi. <em>Scapular Stabilization Exercise </em>(SSE) dan <em>Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise</em> (DCFSE) merupakan latihan yang bertujuan memperbaiki keseimbangan otot, mengurangi nyeri, dan memperbaiki postur leher. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh kombinasi <em>Scapular Stabilization Exercise</em> dan <em>Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise</em> terhadap penurunan nyeri leher dan perbaikan <em>Forward Head Posture</em> pada pasien di Puskesmas Bulu Kabupaten Sukoharjo. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan <em>one group pre-test</em> and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan <em>teknik purposive sampling</em>. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan <em>Visual Analog Scale</em> (VAS) dan pengukuran <em>Forward Head Posture</em> menggunakan <em>Craniovertebral Angle</em> (CVA). Intervensi berupa kombinasi <em>Scapular Stabilization Exercise</em> dan <em>Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise</em> diberikan selama 4 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kombinasi <em>Scapular Stabilization Exercise</em> dan <em>Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise</em> terhadap penurunan nyeri leher dan perbaikan <em>Forward Head Posture</em> dengan nilai <strong>p-value = 0,000 (p &lt; 0,05)</strong>. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kondisi sebelum dan sesudah pemberian intervensi. <strong>Kesimpulan:</strong> Kombinasi <em>Scapular Stabilization Exercise</em> dan <em>Deep Cervical Flexor Strengthening Exercise</em> efektif dalam menurunkan nyeri leher dan memperbaiki <em>Forward Head Posture</em> pada pasien dengan gangguan postur kepala maju ke depan.</p> Ayu Retno Kinasih, Ragil Aidil Fitriasari Addini, Mianti Nurrizky Sutejo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/798 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN PARENTERAL BERDASARKAN METODE DDD, DU 90%, DAN PARAMETER INR PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/799 <p><strong>Latar belakang:</strong> Infark miokard akut merupakan kondisi kardiovaskular serius yang memerlukan tata laksana antikoagulan untuk mencegah pembentukan serta perluasan trombus. Penggunaan antikoagulan parenteral perlu dievaluasi secara sistematis untuk mengetahui pola penggunaan, kuantitas penggunaan obat, serta aspek monitoring klinis yang berkaitan dengan efektivitas dan keamanan terapi.<strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antikoagulan parenteral pada pasien infark miokard akut berdasarkan profil penggunaan obat, metode <em>Defined Daily Dose</em> (DDD), <em>Drug Utilization</em> 90% (DU 90%), serta parameter klinis berupa nilai INR, ketepatan dosis, dan kejadian efek samping. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien infark miokard akut yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit X Kota Semarang periode 2019–2020. Evaluasi kuantitatif penggunaan antikoagulan dilakukan menggunakan metode DDD per 100 hari rawat inap dan DU 90%. Parameter klinis yang diamati meliputi perubahan nilai INR sebelum dan sesudah pemberian antikoagulan, ketepatan dosis, serta kejadian efek samping. Analisis perubahan nilai INR dilakukan menggunakan uji <em>Paired Sample T-Test</em>. <strong>Hasil:</strong> Berdasarkan diagnosis, penggunaan antikoagulan parenteral lebih banyak ditemukan pada pasien NSTEMI. Antikoagulan yang paling banyak digunakan adalah heparin sebesar 60,63%, diikuti fondaparinux sebesar 39,37%. Rute pemberian terbanyak adalah intravena sebesar 99,21%, dengan dosis penggunaan tertinggi yaitu heparin 5000 IU. Frekuensi pemberian tersering adalah satu kali sebesar 99,21%, dengan lama terapi terbanyak selama 1–3 hari sebesar 87,76%. Berdasarkan nilai DDD/100 hari rawat inap, fondaparinux menunjukkan nilai tertinggi pada pasien STEMI sebesar 23,673 DDD/100 hari rawat inap dan pada pasien NSTEMI sebesar 24,786 DDD/100 hari rawat inap. Antikoagulan yang termasuk dalam segmen DU 90% adalah fondaparinux. Hasil uji <em>Paired Sample T-Test</em> menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya perubahan bermakna nilai INR sebelum dan sesudah pemberian antikoagulan. Evaluasi dosis heparin menunjukkan bahwa 55,84% penggunaan termasuk tepat dosis, sedangkan 44,16% termasuk kurang tepat. Nilai INR setelah pemberian heparin berada pada rentang 1,0–2,0 sebesar 63,64% dan rentang 2,1–3,0 sebesar 36,36%. Efek samping yang paling banyak ditemukan adalah <em>heparin-induced thrombocytopenia</em> sebesar 2,59%. <strong>Kesimpulan:</strong> Penggunaan antikoagulan parenteral pada pasien infark miokard akut didominasi oleh heparin berdasarkan frekuensi penggunaan, sedangkan fondaparinux memiliki nilai DDD tertinggi dan termasuk dalam segmen DU 90%. Pemberian antikoagulan menunjukkan perubahan bermakna terhadap nilai INR. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan dosis dan kejadian efek samping. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan obat secara kuantitatif melalui metode DDD dan DU 90%, serta monitoring klinis, diperlukan untuk mendukung ketepatan, efektivitas, dan keamanan terapi antikoagulan parenteral pada pasien infark miokard akut.</p> Anak Agung Pradnya Paramitha Vidiani, Khantika Paramita, Anisa Nova Puspitaningrum, Gilang Rizki Al Farizi, Anisa Devi Kharisma Wibowo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/799 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/800 <p>Stroke iskemik merupakan gangguan neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kelemahan otot atau hemiparesis sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot adalah terapi genggam bola karet. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi genggam bola karet terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke iskemik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien stroke iskemik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Intervensi terapi genggam bola karet diberikan selama 3 hari, dilakukan 2 kali sehari selama 10–15 menit pada ekstremitas yang mengalami kelemahan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas yang mengalami kelemahan setelah diberikan terapi genggam bola karet. Pasien juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pergerakan serta mampu mengikuti latihan secara mandiri sesuai kemampuan. Terapi genggam bola karet bekerja dengan merangsang kontraksi serat otot dan meningkatkan aktivitas neuromuskular sehingga membantu meningkatkan kekuatan otot. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terapi genggam bola karet dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk membantu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke iskemik.</p> Ammanda Desy Aryanti, I’ien Noer’aini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/800 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 Diabetes Self Management Education Efektif Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/801 <p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, dan sosial. <em>Diabetes Self-Management Education</em> (DSME) merupakan program edukasi berbasis bukti yang bertujuan memberdayakan pasien dengan pengetahuan dan keterampilan perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas DSME terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Halmahera Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>pre</em>-eksperimental dengan pendekatan <em>one group pre–posttest</em>. Sebanyak 56 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari peserta Prolanis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Diabetes Quality of Life</em> (DQOL) dengan interval waktu satu bulan setelah intervensi DSME yang dilaksanakan edukasi dengan metode tatap muka dan media <em>booklet</em>. Hasil analisis statistik menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus, dengan rerata skor meningkat dari 94,21 (<em>pretest</em>) menjadi 105,00 (<em>posttest</em>) dan nilai p = 0,000. Sebanyak 92,86% responden mengalami peningkatan kualitas hidup. DSME dengan metode tatap muka berbantuan <em>booklet</em> terbukti efektif meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus dan direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan primer.</p> Tutut Putri Sanjayani, Ismonah, Dwi Yogo Budi Prabowo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/801 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 GAMBARAN PENGELOLAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI MADRASAH TSANAWIYAH ALBIDAYAH CANDI BANDUNGAN https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/802 <p>Menurut Riskesdas dalam, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan sekumpulan tindakan yang dilakukan atas dasar kesadaran diri yang digunakan untuk pembelajaran sehingga dapat membantu dirinya sendiri maupun orang lain terutama dalam bidang Kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat masih kurang baik karena masih banyaknya permasalahan kesehatan terutama pada anak sekolah. Masalah kesehatan umum pada anak usia sekolah biasanya terkait dengan kebersihan individu maupun kelompok. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat adalah peran dan pengelolaan guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengelolaan perilaku hidup bersih sehat di MTS Albidayah Candi Bandungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 165 siswa dan 11 guru MTS Al-Bidayah, dipilih melalui <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan dengan kuesioner PHBS yang valid dan reliabel, serta dianalisis secara univariat berdasarkan usia, jenis kelamin, dan perilaku PHBS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berusia 14 tahun (32%) dan didominasi oleh laki-laki (51,5%), sedangkan guru memiliki sebaran usia terbanyak pada rentang 16–30 dan 41–50 tahun (masing-masing 30%) dengan mayoritas laki-laki (60%). Kepala sekolah berusia 51–60 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Dalam hal penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sebanyak 98,8% siswa dan seluruh guru (100%) termasuk dalam kategori mendukung, begitu pula kepala sekolah yang sepenuhnya mendukung penerapan PHBS di sekolah. Temuan ini menunjukkan tingginya dukungan dari seluruh elemen sekolah terhadap pelaksanaan PHBS di lingkungan MTS Al-Bidayah Candi Bandungan.</p> <p>&nbsp;</p> Dodik Risbiyantoro, I’ien Noer’aini, Dayat Trihadi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/802 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH KOMBINASI CORE STABILITY EXERCISE DAN ISOMETRIC QUADRICEPS EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA KASUS OSTEOARTHRITIS KNEE https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/803 <p><strong>Latar Belakang: </strong><em>Osteoarthritis knee </em>merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan kartilago artikular, nyeri, kekakuan sendi, serta penurunan kemampuan aktivitas fungsional. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Intervensi fisioterapi seperti <em>Core Stability Exercise </em>dan <em>Isometric Quadriceps Exercise </em>diketahui mampu meningkatkan stabilitas trunk, memperkuat otot quadriceps, mengurangi nyeri, serta meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada penderita <em>osteoarthritis knee</em>. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi <em>Core Stability Exercise </em>dan <em>Isometric Quadriceps Exercise </em>terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada kasus <em>osteoarthritis knee</em>. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode <em>quasi experimental </em>dengan rancangan <em>one group pre-test </em>dan <em>post-test design</em>. Pengukuran aktivitas fungsional dilakukan menggunakan <em>Western Ontario and McMaster Universities Arthritis Index </em>(WOMAC). Sampel penelitian berjumlah 32 responden lansia dengan osteoarthritis knee di RW 13 Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, Selama proses penelitian terdapat 5 responden yang mengalami <em>drop out</em>, sehingga jumlah sampel yang menyelesaikan penelitian hingga tahap akhir sebanyak 27 responden. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasil uji pengaruh mengunakan <em>Paired Sample Test </em>nilai yang dihasilkan <em>P</em>(&lt;0,001) dengan nilai rata-rata <em>pre-test </em>dan <em>post-test </em>(4,000). Diketahui bahwa nilai <em>P</em>&lt;0,05, maka data dikatakan berpengaruh. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat pengaruh pemberian kombinasi <em>Core Stability Exercise </em>dan <em>Isometric Quadriceps Exercise </em>terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada penderita <em>osteoarthritis knee</em>.</p> Irfan Tri Mahendra Tama, Mianti Nurrizky Sutejo, Alifa Dinda Nurrina Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/803 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN RANGE OF MOTION(ROM) DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK UNTUK PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIC https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/804 <p>Stroke non hemoragik merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah otak sehingga menyebabkan berkurangnya suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis, salah satunya gangguan mobilitas fisik yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot dan keterbatasan pergerakan ekstremitas. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah tersebut adalah latihan Range of Motion (ROM) pasif. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan ROM pasif dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada satu pasien stroke non hemoragik di Ruang Alamanda RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran. Intervensi ROM pasif diberikan selama tiga hari dengan frekuensi dua kali sehari dan durasi 10–15 menit setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot ekstremitas kanan dari skala 0 menjadi skala 1 setelah dilakukan latihan ROM pasif selama tiga hari. Penerapan ROM pasif dapat membantu meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik sehingga dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam proses rehabilitasi pasien stroke.</p> Indriana May Safira , I’ien Noer’aini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/804 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS FRONT PLANK & HAMSTRING STRETCH DALAM MENGURANGI INTENSITAS NYERI TERHADAP GANGGUAN LOW BACK PAIN PADA SISWA SMA https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/805 <p><strong>Latar Belakang : </strong><em>Low back pain (LBP) </em>merupakan rasa ketidaknyamanan pada punggung bagian bawah yang ditandai dengan rasa nyeri, ketegangan otot, serta kekakuan pada suatu area yang bisa menjalar ke ekstremitas bawah maupun tidak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh duduk terlalu lama. Nyeri yang dialami penderita <em>LBP </em>bisa diberikan terapi latihan <em>front plank </em>dan <em>hamstring stretch</em>. <strong>Tujuan : </strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari <em>front plank </em>dan <em>hamstring stretch </em>terhadap penurunan intensitas nyeri penderita <em>low back pain </em>pada siswa SMA. <strong>Metode : </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan <em>one group pre and post-test design. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Theresiana 1 Semarang. Total responden sebanyak 20 siswa dengan 19 siswa yang masuk dalam kriteria inklusi, dengan 3 siswa yang masuk dalam kriteria <em>dropout</em>. Total responden yang mengikuti penelitian hingga akhir adalah 16 siswa. Intervensi yang diberikan berupa <em>front plank </em>dan <em>hamstring stretch, </em>serta diukur intensitas nyerinya menggunakan alat ukur <em>NRS</em>. <strong>Hasil : </strong>Berdasarkan uji pengaruh yang dilakukan menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed-Rank Test </em>(p &lt; 0,05), didapatkan nilai p = &lt; 0,001 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dalam penurunan intensitas nyeri. <strong>Kesimpulan : </strong>Terdapat efektivitas <em>front plank </em>dan <em>hamstring stretch </em>dalam mengurangi intensitas nyeri terhadap gangguan <em>LBP </em>pada siswa SMA Theresiana 1 Semarang.</p> Leony Candra Wiredjo , Deasy Virka Sari, Mianti Nurrizky Sutejo Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/805 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/806 <p>Diabetes mellitus tipe II (DM) adalah suatu kelainan metabolik yang ditandai dengan gangguan hormonal yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh di atas batas normal (hiperglikemia). Salah satu bentuk intervensi non farmakologis yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II adalah teknik relaksasi otot progresif<strong>. </strong>Relaksasi otot progresif mampu meningkatkan transfer glukosa ke dalam sel, hal ini dicapai melalui tindakan mengencangkan dan meregangkan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan observasi langsung terhadap satu pasien DM tipe II di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo. Hasil evaluasi menunjukan adanya penurunan kadar glukosa darah setelah intervensi relaksasi otot progresif secara berkala.</p> A’in Icha Hadiastuti, I’ien Noer’aini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/806 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH INDONESIA DI KUALA LUMPUR (SIKL) MALAYSIA https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/807 <p>Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menumbuhkan perilaku gaya hidup sehat sejak usia dini. Terbatasnya akses terhadap informasi kesehatan reproduksi di kalangan siswa Indonesia di luar negeri dapat menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan mengenai pubertas, perawatan diri, dan perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pendidikan kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan siswa di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pra-tes dan pasca-tes pada satu kelompok. Populasi penelitian terdiri dari 34 peserta. Teknik sampling total digunakan, di mana semua anggota populasi yang memenuhi syarat dimasukkan ke dalam sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pra-tes dan pasca-tes dengan rentang skor 0–100. Analisis data dilakukan menggunakan metode univariat dan bivariat, khususnya Uji Wilcoxon Signed Rank, karena data tidak terdistribusi secara normal. Hasil menunjukkan bahwa skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 68,82 pada pra-tes menjadi 97,35 pada pasca-tes, yang mewakili peningkatan rata-rata sebesar 28,52 poin. Semua responden (100%) masuk ke dalam kategori “pengetahuan baik” setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan (p&lt;0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dengan menggunakan metode interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SIKL Malaysia mengenai kesehatan reproduksi.</p> Eva Mariana Nangsat, Tia Nurhanifah, Kristina Maharani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/807 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN PEMBERIAN KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/808 <p>Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang sering disebabkan oleh trauma dan dapat menimbulkan nyeri sebagai keluhan utama, terutama setelah tindakan operasi. Nyeri pasca operasi fraktur dapat mengganggu mobilitas, istirahat, serta proses pemulihan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri adalah terapi kompres dingin. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pemberian kompres dingin terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada satu pasien post operasi fraktur di RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa kompres dingin pada area sekitar lokasi fraktur selama 10–15 menit, dua kali sehari, disertai manajemen nyeri sesuai standar keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa sebelum intervensi pasien mengeluhkan nyeri dengan skala 6 (nyeri sedang). Setelah pemberian kompres dingin selama tiga hari, terjadi penurunan intensitas nyeri menjadi skala 3 (nyeri ringan). Selain itu, pasien tampak lebih rileks, meringis berkurang, dan tanda-tanda vital dalam batas stabil. Dapat disimpulkan bahwa penerapan kompres dingin efektif dalam membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan efektif dalam manajemen nyeri pada pasien post operasi fraktur.</p> Dinda Ayu Puspita, I’ien Noer’aini Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/808 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kadar Kafein pada Biji Kopi Hijau Liberika (Coffea liberica) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis dengan Pereaksi Murexide https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/809 <p>Kopi liberika (Coffea liberica) merupakan salah satu jenis kopi yang memiliki kandungan senyawa bioaktif, salah satunya kafein. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kafein pada kopi liberika menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi murexide. Sampel berupa biji kopi hijau liberika diserbukkan kemudian diekstraksi menggunakan metode Ultrasonic-Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut etanol 70%. Rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 16,052%. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis Shimadzu pada panjang gelombang maksimum 518 nm dengan penambahan pereaksi murexide. Kurva baku dibuat menggunakan konsentrasi 80–160 ppm dan menghasilkan persamaan regresi linear (y = 0,004314x - 0,094) dengan nilai koefisien korelasi (r = 0,999). Hasil analisis menunjukkan kadar kafein replikasi 1 sebesar 3,229%, replikasi 2 sebesar 3,173%, dan replikasi 3 sebesar 3,117%, dengan rata-rata kadar kafein sebesar 3,173%. Penelitian ini menunjukkan kadar kafein kopi liberika dan metode spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi murexide dapat digunakan untuk analisis kadar kafein secara kuantitatif.</p> Recta Syifa Dwimart, Firstca Aulia Rachma, Dante Alighiri, Winnie Kristiyanti Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0 https://ojs.universitastelogorejo.ac.id/index.php/prosemnas/article/view/809 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000