Hubungan Komunikasi Terapeutik dan Dukungan Organisasi dengan Pelaksanaan Perawatan Paliatif oleh Perawat
Keywords:
Komunikasi Terapeutik, Dukungan Organisasi, Pelaksanaan Perawatan Paliatif, PerawatAbstract
Tantangan dalam implementasi perawatan paliatif di Indonesia, termasuk di rumah sakit rujukan, yang sering kali belum optimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemampuan komunikasi terapeutik perawat dan dukungan organisasi yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik dan dukungan organisasi dengan pelaksanaan perawatan paliatif oleh perawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini telah memperoleh keterangan lolos kaji etik dari Universitas Telogorejo Semarang. Populasi penelitian terdiri dari 75 perawat di unit onkologi rawat inap dan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen komunikasi terapeutik, dukungan organisasi, dan pelaksanaan perawatan paliatif, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik dengan pelaksanaan perawatan paliatif (p-value = 0,784 dan r = 0,032). Namun, terdapat hubungan signifikan antara dukungan organisasi dengan pelaksanaan perawatan paliatif (p-value = 0,009 dan r = 0,298). Dapat disimpulkan bahwa dukungan organisasi dengan pelaksanaan perawatan paliatif menunjukkan hubungan yang signifikan, sedangkan komunikasi terapeutik dengan pelaksanaan perawatan paliatif tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.